Australia menerapkan peraturan rokok elektrik baru: lebih dari 10.000 kantong nikotin dan ratusan rokok elektrik disita
Tinggalkan pesan
Australia menerapkan peraturan rokok elektrik baru: lebih dari 10.000 kantong nikotin dan ratusan rokok elektrik disita

Badan Pengawas Barang Terapi Australia (TGA) dan Queensland Health menyita lebih dari 10.000 kantong nikotin dan ratusan produk rokok elektrik ilegal dalam operasi penegakan hukum gabungan. Sejak Januari 2024, Australian Border Force dan TGA telah menyita lebih dari 3,5 juta produk rokok elektrik.
Menurut situs web resmi Badan Barang Terapi Australia (TGA) pada tanggal 2 Agustus, TGA dan Queensland Health menyita lebih dari 10.000 kantong nikotin dan ratusan produk rokok elektrik ilegal dalam operasi penegakan hukum bersama.
Dalam operasi ini, TGA, dengan dukungan dari Departemen Kesehatan Queensland dan Kepolisian Queensland (QPS), mengeluarkan surat perintah penggeledahan terhadap tiga pedagang eceran tembakau di Bundaberg yang diduga memiliki rokok elektrik secara ilegal. Petugas TGA dan Departemen Kesehatan Queensland juga memeriksa enam toko eceran di wilayah Wide Bay.

TGA dan Queensland Health menyita lebih dari 10.000 kantong nikotin dan ratusan rokok elektrik ilegal

TGA dan Queensland Health menyita lebih dari 10.000 kantong nikotin dan ratusan rokok elektrik ilegal
Menteri Kesehatan Australia Mark Butler mengatakan,
"Tindakan penegakan hukum bersama antara TGA dan Queensland Health menunjukkan pendekatan yang kuat untuk menegakkan undang-undang rokok elektrik yang baru. Ini adalah contoh positif dari kerja sama Pemerintah Federal dengan negara bagian dan teritori untuk mendeteksi dan memerangi pasokan rokok elektrik ilegal."
Rokok elektrik yang disita tersebut diduga melanggar undang-undang kepemilikan komersial baru berdasarkan Undang-Undang Amandemen Barang Terapi dan Undang-Undang Lainnya (Reformasi Rokok Elektrik), yang mulai berlaku pada tanggal 1 Juli 2024.
Kini, pengecer di Australia, seperti toko tembakau, toko rokok elektrik, dan minimarket, tidak diperbolehkan menyediakan produk rokok elektrik apa pun, meskipun mereka memiliki resep dokter. Kepemilikan rokok elektrik di tempat penjualan eceran juga secara umum ilegal. Selain penyitaan dan penyitaan produk, ada juga hukuman berat bagi impor, pembuatan, penyediaan, kepemilikan komersial, dan iklan produk rokok elektrik secara ilegal.
Sejak 1 Januari 2024, Pasukan Perbatasan Australia dan TGA telah menyita lebih dari 3,5 juta produk rokok elektrik, dengan perkiraan nilai hampir A$107 juta (US$69,66 juta).
Berdasarkan RUU Amandemen Barang Terapi dan Undang-Undang Lainnya (Reformasi Rokok Elektronik) 2024, hukuman pidana maksimum untuk setiap pelanggaran adalah tujuh tahun penjara dan/atau 5.000 unit denda (setara dengan A$1,565 juta [US$1,018 juta] untuk individu dan A$7,825 juta [US$5,094 juta] untuk korporasi).






